"(Olah TKP) masih berlangsung yah, karena kan TKP nya sangat besar dan masalah kebakaran. Jadi membutuhkan waktu lama. Terakhir, 52 saksi diperiksa," tutur Kabid HUmas.
Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Ini 5 Titik Penyekatan di Perbatasan Jawa Barat
Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat yang terbakar pada Senin 29 Maret 2021 lalu, telah kembali beroperasi secara normal. Kilang Pertamina Balongan akan kembali memproduksi bahan bakar minyak (BBM).
Pascainsiden di area Tangki T-301 Kilang Balongan, selain memberi perhatian penuh pada upaya penanganan dampak di masyarakat, Pertamina juga fokus pada memulihkan operasi kilang setelah sempat shut down.
Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Karawang Viral, Netizen: Ngeri-ngeri Sedap!
"Dengan start up (dimulainya operasi) ini, Kilang Balongan akan memulai operasional dan kembali memproduksi produksi BBM," kata Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ifki Sukarya, dalam pernyataan pers, Jumat (9/4/2021).
Tahapan start up, ujar Ifki, sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing crude destilation unit (CDU). Kemudian, melaksanakan start up secondary processing unit secara bertahap.
Tak Terima Istri Nikah Lagi, Pria di Bandung Ini Pukul dan Injak-injak Anak Kandung
Dimulai dari unit residual catalytic cracker (RCC) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi. Pada Rabu 7 April 2021, Kilang Balongan dan unit Kilang Langit Biru Balongan (KLBB) yang menghasilkan produk BBM telah beroperasi normal.
"Untuk alih supply (pasokan) saat ini mulai disesuaikan secara bertahap, seiring dengan mulai beroperasinya Kilang Pertamina Balongan," ujarnya.
Editor: Agus Warsudi