PGI Jawa Barat Imbau Jemaat Rayakan Natal dan Tahun Baru dari Rumah secara Daring
"Imbauan kami sifatnya umum agar berkoordinasi dengan aparat setempat mengenai kegiatan. Biasanya rutin setiap Natal koordinasi dengan polsek. Tahun ini harus koordinasi dengan Satgas Covid-19 di derah masing-masing (untuk memastikan bisa menggelar ibadah Natal tatap muka atau tidak)," ujarnya
Jika menggelar ibadah Natal dan Tahun Baru secara tatap muka, tutur Paulus, semua gereja dipastikan telah menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.
Bahkan, beberapa gereja yang berada di zona merah, bergabung menggelar ibadah menggelar ibadah secara daring. "Jadi kami mengikuti protokol kesehatan sesuai arahan dari Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing," tutur Paulus.
Paulus mengatakan, mengubah berbagai acara yang biasa dilakukan menjadi upaya untuk menangani pandemi Covid-19. "Bijak dalam menyikapi informasi dan hati-hati dengan berbagai provokasi yang bisa muncul dari internal maupun eksternal," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengimbau perayaan Natal digelar virtual dan jumlah jemaat yang hadir di gereja dibatasi maksimal 30 persen.