Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Persib Selangkah Lagi Juara, Ini Pesan Dedi Mulyadi ke Bobotoh
Advertisement . Scroll to see content

Perbaiki Sekolah Rusak, Pemprov Jabar Minta Bantuan ke Pusat

Selasa, 19 Desember 2017 - 15:28:00 WIB
Perbaiki Sekolah Rusak, Pemprov Jabar Minta Bantuan ke Pusat
Salah satu bangunan sekolah di Jabar yang rusak akibat gempa Tasikmalaya. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi mengungkapkan hasil pendataan sementara ada 11 sekolah rusak berat dan 20 rusak sedang dan ringan.

"Paling banyak, sekolah yang rusak tersebut ada di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya," ujar Hadadi di sela-sela acara Forum Kebijakan Pendidikan dan Pembelajaran Orang Dewasa, di Hotel Harris Kota Bandung, Senin (18/12).

Hadadi menjelaskan, bangunan sekolah yang rusak berat itu di antaranya SMKN Bantar Kalong Tasikmalaya sebanyak dua ruang kelas dan satu ruang guru rusak, SMAN Cigalantang satu ruang komputer dan dua ruang kelas, SMAN Karangnunggal satu kelas rusak berat dan 21 rusak ringan, SMAN Cipatujah, SMKN 3 Kota Tasikmalaya, SMAN 8 Kota Tasikmalaya benteng belakanganya roboh, SMAN 10 Kota Tasikmalaya satu kelas rusak berat dan lainnya.

Menurut Hadadi, perbaikan semua ruang kelas yang rusak tersebut saat ini masih menjadi skala prioritasnya. Dalam waktu dekat, dia akan menggelar rapat untuk menggeser-geser dana yang ada.

"Sumber anggaran untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak itu ada tiga. Yakni, bisa dari APBD 2017, APBN dan membuka CSR (corporate social responsibility)," katanya.

Hadadi optimistis, dari dana CSR akan banyak perusahaan atau lembaga yang memberikan dana untuk perbaikan ruang kelas yang rusak akibat gempa. Sebab, saat ini banyak perusahaan yang memberikan perhatian tinggi untuk  pendidikan.

Saat ini, kata dia, Dinas Pendidikan Jabar masih menghitung kebutuhan anggaran untuk memperbaiki gedung yang rusak tersebut. Yakni, dengan menurunkan tim teknis dari konsultan untuk mendata tingkat kerusakan dan perbaikannya seperti apa. "Saya berharap, perbaikan kerusakan kelas bisa dilakukan saat siswa masih musim libur jadi tak akan terganggu," katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut