CIREBON, iNews.id – Penetapan Amsor sebagai tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar), mengundang reaksi keluarganya. Mereka menilai ada kejanggalan dalam kasus tersebut. Keluarga meminta polisi untuk memeriksa isi percakapan kernet dan sopir bus di telepon.
Hal ini diungkapkan kakak Amsor saat ditemui di Kelurahan Watubelah, Kabupaten Cirebon, Rabu siang (19/6/2019). Rumah orang tua Amsor itu tampak sepi. Ayah dan ibunya yang sudah berusia lanjut, Amad dan Maesaroh, berada di rumah sakit untuk menemani Amsor yang luka serius di bagian perut, tangan dan kaki, akibat benturan keras saat kecelakaan.
Sebelum Serang Sopir Bus di Tol Cipali, Amsor Dihantui Rasa Takut Akan Dibunuh
Kakak tersangka, Juju menceritakan, Amsor yang baru setahun bekerja sebagai pekerja sekuriti di Jakarta dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Dalam pergaulan di lingkungan kampungnya, Amsor bahkan tak pernah berbuat masalah. Keluarga pun tak menyangka kepulangan Amsor pada 17 Juni lalu justru membawa petaka di ruas Tol Cipali.
Senada dengan keterangan Amsor kepada polisi, menurut Juju, selama bekerja di Jakarta, Amsor sempat bercerita mengenai nyawanya yang terancam dan menjadi buruan sejumlah orang. Hal itu membuat Amsor ketakutan.
Resmi Tersangka, Penyerang Sopir Bus Maut Tol Cipali Akan Dibawa ke Majalengka
“Adik saya kan sempat ga kerja dua hari itu karena kemungkinan dia takut ada ancaman. Daripada dia diancam di jalan atau kena di jalan, makanya dia pulang, balik lagi, trus kejadian seperti itu. Waktu Lebaran juga dia pulang,” kata Juju.