Pengobatan Tak Tuntas, Balita di Cianjur Selatan Idap Gizi Buruk
"Pada waktu itu biaya pengobatan mendapat bantuan dari salah seorang anggota dewan dan dari desa. Kalau dari desa dapet 300 ribu," ujar dia.
Keluarganya sendiri selama itu tidak masuk pada Program Keluarga Harapan (PKH) atau mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dari pemerintah. Pihaknya berharap balitanya bisa tumbuh normal dengan pengobatan yang tuntas. Namun kembali terbentur dengan biaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Irfan Nur Fauzi mengaku sudah menangani balita tersebut dengan merujuk ke RSUD Sayang guna mendapatkan penanganan medis. Dalam pengobatan lebih memperhatikan pada asupan gizi dan mengobati penyakit penyerta lainnya.
Selain itu pihak Dinas Kesehatan Cianjur juga telah menggratiskan selama penanganan di rumah sakit dan memberikan Kartu Indonesia Sehat. Karena selama ini keluarga tidak memilik jaminan kesehatan dari pemerintah.
Editor: Asep Supiandi