Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Muncul Virus Marburg Mematikan
Hasil analis laboratorium demam berdarah Guinea yang diperkuat dengan Institut Pasteur Senegal memastikan pasien tersebut positif terpapar virus Marburg.
"Virus Marburg berpotensi menyebar jauh dan luas, berarti harus menghentikannya. Kami bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk melakukan respons cepat didasarkan pada pengalaman dan keahlian Guinea di masa lalu dalam menangani Ebola, yang penularannya terjadi dengan cara sama," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, dikutip dari Reuters, Selasa (10/8/2021).
Kasus Marburg dan Ebola tahun ini terdeteksi di Distrik Gueckedou, dekat perbatasan Liberia dan Pantai Gading. Kasus pertama epidemi Ebola pada 2014-2016, terbesar dalam sejarah, juga berasal dari daerah sama di kawasan hutan Guinea.
Sementara itu tingkat kematian pada penderita Marburg bervariasi, dari 24 hingga 88 persen, bergantung pada jenis virus dan penanganannya. Menurut WHO, penularan terjadi melalui kontak dengan cairan dan jaringan tubuh orang terinfeksi.
Gejala Marburg adalah sakit kepala, muntah darah, nyeri otot, dan pendarahan melalui berbagai lubang. Guinea juga masih berahdapan dengan penanganan Covid-19. Negara itu melaporkan 26.969 kasus infeksi virus Corona sejauh ini setelah ada penambahan 122 penderita baru pada Senin (9/8/2021). Sementara kasus kematian sebanyak 260 orang setelah bertambah 3 orang pada Senin.