Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp40,5 Miliar Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Marak Penjarahan dan Penyelundupan, Lobster di Laut Pangandaran Nyaris Punah

Rabu, 07 April 2021 - 15:40:00 WIB
 Marak Penjarahan dan Penyelundupan, Lobster di Laut Pangandaran Nyaris Punah
Mantan Mentri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memusnahkan alat tangkap baby lobster. (Foto: iNews.id/Syamsul Ma'arif)
Advertisement . Scroll to see content

PANGANDARAN, iNews.id -  Ekspor lobster dari laut Kabupaten Pangandaran ke Jepang tinggal kenangan. Saat ini, laut Pangandaran tidak lagi memiliki sumber daya alam lobster yang melimpah akibat penjarahan.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti menyadari kondisi terkini laut Pangandaran seperti itu. Padahal, dulu 80 persen ekspor lobster Indonesia ke Jepang dihasilkan dari Laut Pangandaran. 

"Sekitar tahun 2000 kami merasakan lobster mulai langka, setelah saya jadi Menteri KKP tahun 2014 baru tahu kalau ada yang menjalankan bisnis baby lobster," kata Susi saat pemusnahan alat tangkap baby lobster di lapang Katapang Doyong, Kabupaten Pangandaran, Rabu (7/4/2021).

Dulu, kata Susi, nelayan bisa mendapat lobster yang membawanya menggunakan sepeda motor bisa untung Rp7 juta hingga Rp10 juta. Bahkan nelayan bisa mendapat lobster 3 kuintal atau setara Rp30 juta-Rp40 juta.

Menurut Susi, nelayan Pangandaran kalau hanya untuk cari makan cukup mendapat ikan dan kalau mau kaya dari lobster, uangnya bisa beli rumah, sawah dan kebun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut