Kritik Monumen Perjuangan Covid-19, Aliansi Nano Jabar: Stop Politisasi Pandemi
2. Agar DPRD Provinsi Jabar mengevaluasi pengangggaran revitalisasi kawasan gasibu dan menelisik kemungkinan adanya duplikasi anggaran dalam proyek tersebut, serta melakukan dengan pendapat publik terhadap pendirian monument Covid-19 serta mengevaluasi seluruh rangkaian tindakan dan kebyakan gubemur jabar dalam penanganan pandemic Covid-19.
3. Agar DPRD Provinsi Jabar berkordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi vertical pemenntahan manakala ditemukan pelanggaran atas kebijakan Guburnur Jawa Barat Ridwan Kamil.
4. Meminta KPK untuk bertindak proaktif menyelidiki kemungkinan terjadi tindak pidana korupsi dalam kegiatan Rehabilitasi Kawasan Gasibu yang dilanjutkan dengan pembangunan Monumen Perjuangan Covid-19 serta berupaya Mencegah terjadinya korupsi sehingga Provinsi Jawa Barat tidak terjerumus lebih jauh dalam prestasi terkorup.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo menjadikan Menara Gasibu sebagai monumen perjuangan Covid-19. Menara setinggi 17 meter ini sebelumnya merupakan program revitalisasi Gasibu dan selesai sebelum pandemi Covid-19.
Monumen itu, kata Kang Emil, sapaan Gubernur Jabar, dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada para tenaga kesehatan yang gugur saat menangani pandemi Covid-19. "Rencananya monumen ini diusulkan agar dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2021 mendatang bertepatan dengan hari Pahlawan Nasional," ujar Kang Emil.
Editor: Agus Warsudi