Kritik Monumen Perjuangan Covid-19, Aliansi Nano Jabar: Stop Politisasi Pandemi
"Berdasarkan penelusuran tim Aliansi Nano Jabar, terungkap proyek revitalisasi di kawasan Lapangan Gasibu telah berlangsung sejak 2015 di masa pemerintahan Gubernur Jawa Barat Anmad Heryawan. Kawasan Gasibu dalam hal ini meliputi Lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan (Monju) Rakyat Jawa Barat," tuturnya.
Herry Mos mengatakan, pengorbanan para nakes Jawa Barat patut dikenang dan diabadikan di lokasi yang selama ini menjadi medan juang mereka, yakni gedung-gedung rumah sakit dan tempat-tempat pelaksanaan isolasi, seperti di Diklat BPSDM Provinsi Jawa Barat di Cipageran, Cimahi yang menjadi tempat isolasi para penderita Covid-19.
Kepedulian yang tulus Gubernur terhadap nasib nakes yang berjibaku menolong korban Covid-19, kata Herry Mos, masih dipertanyakan dengan terjadinya keterlambatan pembayaran insentif pada 2020 dan 2021. "Dengan demikian kami menilai, peresmian Monumen Perjuangan Covid-19 hanyalah basa-basi tanpa dilandasi pertanggungjawaban moral," ucap Herry.
Apalagi hingga hari ini, ujarnya, perjuangan para nakes mengatasi wabah Covid masih berlangsung dan belum ada pernyataan resmi dari yang berwenang bahwa wabah Covid-19 telah berakhir.
"Karena itu, pendirian monumen merupakan tindakan terburu-buru alias prematur dan tidak beralasan. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, maka peresmian Monumen Perjuangan Covid-19, kami tolak," ujar Herry Mos.