Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Usut Kasus Anak di Tasikmalaya Meninggal seusai Dipaksa Perkosa Kucing
Advertisement . Scroll to see content

KPAID Laporkan Kasus Anak Meninggal gegara Dipaksa Perkosa Kucing ke Polres Tasikmalaya

Kamis, 21 Juli 2022 - 17:30:00 WIB
KPAID Laporkan Kasus Anak Meninggal gegara Dipaksa Perkosa Kucing ke Polres Tasikmalaya
KPAID Kabupaten Tasikmalaya melaporkan kasus perundungan yang menyebabkan korban anak meninggal ke Polres Tasikmalaya. (FOTO: iNews/ASEP JUHARIYONO)
Advertisement . Scroll to see content

Kasus ini, ujar Asep Nurzaeni sangat menyedihkan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya mendalami kasus yang menimpa anak 11 tahun itu sejak akhir Juni 2022. Karena video tak senonoh sudah viral, sehingga KPAID harus melaporkan kasus ini.

"Berdasarkan pendalaman, pelaku ada empat. Mereka juga dalam perlindungan kami (KPAID) karena masih anak-anak, teman sebayanya (korban). Keempat anak ini juga harus mendapatkan terapi juga. Jangan sampai kami melaporkan bullying, tapi pelaku di-bully kembali. Maka, pihak kepolisian lah yang lebih berwenang untuk mendalami kasus ini," ujar Asep Nurzaeni.

Dikutip dari Tasikmalaya.iNews.id, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto membebebarkan kronologi kejadian memilukan dan memperihatinkan ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya, korban sering menjadi korban perundungan teman-temannya.

Berawal dari perundungan itu, kemudian korban dipaksa oleh teman-temannya menyetubuhi kucing sambil direkam oleh kamera ponsel terduga pelaku. Video tak senonoh itu pun disebar di media sosial (medsos) hingga beredar luas di masyarakat dan menjadi bahan perbincangan publik. 

Lantaran video tersebar, korban sangat ketakutan, malu, dan depresi berat. Bahkan saat ditanya orang tuanya terkait orang-orang yang melakukan perundungan kepadanya, korban tidak mau menjawab.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut