Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Minta Pembelajaran Jarak Jauh Dievaluasi Berkala Berbasis Temuan di Lapangan
Advertisement . Scroll to see content

KPAI: Pandemi Covid-19 Picu Potensi Meningkatnya Kasus Anak Putus Sekolah

Rabu, 17 Februari 2021 - 10:54:00 WIB
KPAI: Pandemi Covid-19 Picu Potensi Meningkatnya Kasus Anak Putus Sekolah
Akibat pandemi, anak terpaksa putus sekolah demi membantu orang tuanya. (Foto: iNews.id/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Faktor kedua, kata Retno, potensi meningkatnya angka putus sekolah karena  siswa menikah atau bekerja. Selama pandemi covid-19 dan kebijakan penutupan sekolah serta pemberlakuan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu pemicunya.

"Siswa memilih menikah dini atau bekerja membantu ekonomi keluarga karena orang tua kehilangan pekerjaan. Ketika anak menikah atau bekerja, otomatis berhenti sekolah," ucapnya. 

Saat KPAI melakukan pengawasan penyiapan buka sekolah di masa pandemi di delapan provinsi di Pulau Jawa ditambah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bengkulu, ternyata beberapa kepala sekolah menyampaikan bahwa ada peserta didik putus sekolah.

Menurut Retno, ada beberapa faktor penyebab. Misalnya, siswa tidak memiliki alat daring. Kalaupun punya tidak mampu membeli kuota internet. Sehingga anak-anak tersebut selama berbulan-bulan tidak bisa mengikuti PJJ. Akhirnya ada yang memutuskan bekerja dan menikah. 

“Dari temuan KPAI, ada 119 peserta didik yang menikah, laki-laki maupun perempuan, yang usianya beriksar 15-18 tahun”, ujar Retno.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut