Kawah tersebut dipenuhi dengan pepohonan dan semak yang lebat. Hal ini membuat kawasan itu sulit ditembus oleh sinar matahari. Sehingga, kelembabannya cukup tinggi pada siang dan malam hari. Kemudian, menyebabkan kabut tebal yang menemani suara dan bau aneh.
Peristiwa paling heboh terjadi pada November 2011 ketika pesawat Cessna 172 Skyhawk PK-NIP’ milik ‘Nusa Flying International School’ jatuh. Pesawat itu meninggalkan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk ‘training cross country’ pada pukul 07.00 WIB dan mendarat di Lanud Cakrabuana, Cirebon.
Namun, pesawat kehilangan kontak saat berada di udara dekat Gunung Ciremai. Pesawat tersebut ditemukan di kaki tebing Kawah Burung dalam keadaan ‘kapal pecah’. Menurut Yono, warga setempat, puing-puing pesawat disembunyikan di Kawah Burung oleh ‘anu ngageugeuh’ (yang bersemayam).
Semua area disisir dan tidak ada secuil puing-puing yang ditemukan saat itu. Faktanya, penduduk setempat masih percaya, Kawah Burung memiliki magnet dan gas beracun yang membuatnya sangat berbahaya bagi siapa pun yang mendekatinya, termasuk pesawat yang belum diketahui secara jelas.
Kawah Burung merupakan hutan terlarang dan dikenal sebagai tempat paling angker bagi mereka yang tinggal di kaki Gunung Ciremai. Masih menurut warga setempat, kawah ini dulunya merupakan tempat pembuangan orang-orang yang tidak diketahui asalnya. Orang-orang tersebut dipercaya mati kelaparan atau dimakan binatang buas.