Ketua MUI Sukabumi: Ustaz Setiap Hari Tak Berbusana Lengkap, Kurang Wajar
SUKABUMI, iNews.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi KH Dr A Komarudin MAg menilai perilaku ustaz Encep Zainal Muttaqin yang sehari-hari tak mengenakan busana lengkap, kurang wajar. Sebab, perilaku itu tidak dapat menjadi contoh bagi para santrinya.
Apalagi, kata Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, Islam mengajarkan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, menutup aurat dengan baik dan sempurna.
"Seorang ustaz, tidak berbusana lengkap, ini saya kira kurang wajar, ya. Apalagi di depan para mustami atau santrinya. Kan seharusnya memperlihatkan kesopanan," kata Ketua MUI Sukabumi, Selasa (5/10/2021).
KH Dr A Komarudin MAg menyatakan, muslim harus mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam kesopanan dan cara berpakaian. "Kalau kita melihat (mencontoh perilaku) Nabi (Muhammad SAW). Perilaku Nabi terkait adab kesopanan dalam berpakaian. Nabi pernah ketika ikut menyelesaikan keberadaan Kakbah. Nabi naik ke atas Kakbah. Saat naik, gamisnya terbuka. Nabi langsung turun. Kenapa? Malu dengan auratnya," ujar KH Dr A Komarudin MAg.
"Ini kan (sambil memegang badan bagian dada dan perut) aurat. Jadi saya tidak setuju, secara pribadi, secara MUI, kalau memang (ustaz Encep Zainal Muttaqin) berpakaian seperti itu (dalam keseharian, berkegiatan, dan mengajar di pesantren tak berpakaian lengkap). Pakailah pakaian yang sempurna lah. Yang normal, begitu," tutur Ketua MUI Kabupaten Sukabumi.
Disinggung masalah hoaks yang menyebutkan ustaz Encep Zainal Muttaqin dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul sebagai waliyullah, MUI Sukabumi akan menggelar rapat untuk membicarakan masalah ini. "Kami juga akan datang ke lokasi (tempat tinggal ustaz Encep Zainal Mutaqin di Kecamatan Surade), menyerap informasi dari bawah. Insya Allah," ucap KH Dr A Komarudin MAg.