Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gegara Sering Tak Pakai Baju, Ustaz Encep Diisukan Jadi Waliyullah di Sukabumi
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Hoaks Waliyullah di Sukabumi Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Senin, 04 Oktober 2021 - 20:42:00 WIB
Kasus Hoaks Waliyullah di Sukabumi Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra dan ustaz Encep Jainal Mutaqin (tak mengenakan baju) saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi. (FOTO: DHARMAWAN HADI)
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Polres Sukabumi menaikkan status kasus penyebaran hoaks waliyullah di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik Satreskrim Polres Sukabumi segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra mengatakan, kasus ini masuk dalam dugaan ujaran kebencian atau pencemaran nama baik, penistaan agama di mana yang menjadi korban adalah ustaz Encep Jainal Mutaqim.

Kronologi kejadian, pada Kamis 30 September 2021, beredar pesan suara pria melalui WhatsApp Group (WAG) yang menyebutkan ustaz Encep Jainal Mutaqin dilantik sebagai waliyullah atau wali Allah oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul.

Setelah dimelakukan penyelidikan, kata Kapolres Sukabumi, ustaz Encep Jainal Mutaqin tidak pernah mengatakan atau mengklaim hal tersebut. Pada Jumat (1/10/2021), korban ustaz Encep Jainal Mutaqin melapor ke Polres Sukabumi.

"Kami melakukan penyelidikan dan muncul laporan polisi tertanggal 4 Oktober 2021 dan sudah sidik. Alhamdulillah terduga terlapor sudah kami kantongi namanya, inisialnya AR. Dalam voice note-nya tersebut kami duga suara dari AR," kata Kapolres Sukabumi saat konferensi pers di ruang Command Presisi Polres Sukabumi, Senin (4/10/2021).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut