Keluarga Anak di Tasikmalaya yang Meninggal akibat Dipaksa Perkosa Kucing Dibawa ke Rumah Aman
"Berdasarkan pendalaman, pelaku ada empat. Mereka juga dalam perlindungan kami (KPAID) karena masih anak-anak, teman sebayanya (korban). Keempat anak ini juga harus mendapatkan terapi juga. Jangan sampai kami melaporkan bullying, tapi pelaku di-bully kembali. Maka, pihak kepolisian lah yang lebih berwenang untuk mendalami kasus ini," ujar Asep Nurzaeni.
Dikutip dari Tasikmalaya.iNews.id, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto membebebarkan kronologi kejadian memilukan dan memperihatinkan ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya, korban sering menjadi korban perundungan teman-temannya.
Berawal dari perundungan itu, kemudian korban dipaksa oleh teman-temannya menyetubuhi kucing sambil direkam oleh kamera ponsel terduga pelaku. Video tak senonoh itu pun disebar di media sosial (medsos) hingga beredar luas di masyarakat dan menjadi bahan perbincangan publik.
Lantaran video tersebar, korban sangat ketakutan, malu, dan depresi berat. Bahkan saat ditanya orang tuanya terkait orang-orang yang melakukan perundungan kepadanya, korban tidak mau menjawab.
Setelah kejadian itu, kondisi kesehatan korban terus memburuk karena tidak mau makan dan minum. Korban sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu (18/7/2022).
Berdasarkan keterangan teman-teman lainnya dan tetangga korban, para terduga pelaku diduga berjumlah empat orang dan salah satunya duduk di bangku SMP.
Editor: Agus Warsudi