Kejar Asa dengan Hasta Karya, Kaum Difabel Purwakarta Bangkit di Masa Pandemi
Aef tak patah arang, dengan tetap mengusung semangat tinggi, dia mencoba bangkit dari keterpurukan dengan mengubah produksi hastakaryanya. Sejak saat itu Aef mulai menekuni membuat berbagai jenis karya bernilai, mulai dari miniatur perahu, kotak tisu, kap lampu hingga miniatur pos ronda.
Di sisi lain, aef pun dihadapkan dengan berbagai kendala dalam menjalankan usahanya. Selain masalah modal dan pemasaran, pria 40 tahun itu pun kesulitan mempergunakan perkakas modern. Penyebabnya daya aliran listrik di rumahnya hanya 450 watt atau sambungan listrik subsidi. Hal itulah yang menyebabkan produksinya agak sedikit lamban.
Dia berharap pemerintah khususnya Pemkab Purwakarta, bisa lebih memperhatikan kaum difabel. Karena saat ini para penyandang difabel belum mendapatkan ruang lebih untuk mengembangkan potensinya.
Dia sendiri memiliki asa untuk mengajak kaum difabel lain belajar berbagai keterampilan. Hal ini agar kaum difabel tidak dipandang sebelah mata dan bukan beban masyarakat. Selama ini, berbekal keahlian yang dimiliki, Aep pun mengajar ilmu kriya bambu di Sekolah Luar Biasa Purwakarta.
Editor: Asep Supiandi