Kejar Asa dengan Hasta Karya, Kaum Difabel Purwakarta Bangkit di Masa Pandemi
Tak lama, sebuah miniatur perahu setengah jadi selesai dikerjakannya. Selanjutnya perahu setengah jadi dipoles dengan pernis, sebagai warna dasar hingga menunggu kering.
Menurut Aef, awal mula menggeluti dunia hasta karya ini ketika berhenti bekerja dari sebuah percetakan di Bandung, yang bangkrut pada tahun 2011. Melihat banyak limbah bambu dan kayu yang tidak dimanfaatkan, kemudian Aef mencoba membuat sangkar burung, karena memang dia suka memelihara burung dan saat itu banyak yang sedang gandrung memelihara memelihara burung berkicau.
Di luar dugaan, hasil karyanya itu banyak diminati orang, meski masih terbatas karena terbentur masalah produksi. Akan tetapi di luar dugaan penjualan sangkar burungnya hingga ke luar Jawa Barat.
"Pada waktu itu banyak yang pesen sangkar burung. Banyak pemesan dari Purwakarta dan luar Jawa Barat," ujar Aep, Jumat (6/8/2021).
Seiring berjalannya waktu, pandemi melanda tanah air di tahun 2019. Penyekatan terjadi di setiap sudut perbatasan kota dan kabupaten yang berimbas permintaan sangkar burung menurun drastis.