Inspiratif, Letkol Laut P Waluyo Pernah Jadi Kuli Bangunan, Kini Komandan KRI Bima Suci
Selama dua tahun, Waluyo bekerja keras menjadi kuli. Dia ikutkakaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Selain untuk menyambung pendidikan sebagaimana yang didambakan, tentu saja pekerjaan itu untuk membantu meringankan beban orang tua yang terhimpit masalah ekonomi.
Setelah dua tahun bekerja sebagai kuli, uang atau upah yang ia terima selama itu selalu ditabung. Akhirnya, saat penerimaan siswa tahun ajaran baru, Waluyo mendaftar ke SMA favorit, SMA Negeri Gombong. "Alhamdulillah, saya mendaftar dan diterima," ujarnya sambil tersenyum.
Seiring berjalannya waktu, Waluyo menikmati masa-masa mengenakan seragam putih abu-abu. Pada suatu momen, sekolahnya kedatangan para Taruna Akademi Militer (Akmil).
Tidak disangka, dari beberapa Taruna Akmil yang datang ke sekolah, Waluyo seolah mengenali satu di antaranya. Benar saja, dia cukup kaget dan haru melihat teman sewaktu SD dan SMP kini telah menjadi Taruna Akmil.
Sejak kejadian itu, Waluyo terinspirasi dan terobsesi menjadi taruna Akmil layaknya teman SMP tersebut. Setelah menamatkan pendidikan SMA, dia mendatangi kedua orang tua dan kerabat terdekat menyampaikan keinginan menjadi seorang taruna Akmil.