Inspiratif, Letkol Laut P Waluyo Pernah Jadi Kuli Bangunan, Kini Komandan KRI Bima Suci
Sedangkan Waluyo harus memupus karena terhalang masalah biaya. "Teman saya langsung masuk SMA, sementara saya harus berhenti karena orang tua tidak mampu," kata Letkol Laut (P) Waluyo mengenang perihnya masa remaja.
Namun bukan Waluyo namanya jika menyerah begitu saja. Pria yang kini berseragam loreng khas TNI Angkatan Laut (AL) itu bangkit. Dia tak mau menyerah. Apalagi Daftar Nilai Ebtanas Murni (DANEM) SMP Tahun 1991/1992 miliknya sangat layak diterima di SMA favorit di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.
Waluyo merupakan siswa lulusan SMPN 1 Karanganyar, Rayon Kebumen, Jawa Tengah. Pada saat dia menamatkan studi, ada enam mata pelajaran DANEM. Hasil yang diperoleh juga cukup sehingga sayang jika tidak melanjutkan pendidikan ke SMA.
Waluyo meraih hasil paling tinggi, 8,67 untuk nilai Mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Kemudian, Bahasa Indonesia 8,11, Matematika 7,33, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 5,67, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 6,83, dan paling rendah Bahasa Inggris 4,40 dengan penjumlahan akhir 41,01. "Saya kasihan dengan NEM saya ini. Saya harus memanfaatkannya untuk melanjutkan sekolah," kata Waluyo.
Akhirnya, Waluyo menanamkan tekad kuat, rela menjadi kuli bangunan demi mendapatkan biaya untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu pula, Waluyo terpaksa tertinggal dua tahun oleh teman-teman seusianya.