Hakim Tolak Vonis Mati Herry Wirawan, Begini Pertimbangannya
Sebelum menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap terdakwa Herry Wirawan, tutur dia, majelis hakim juga menilai korban telah mengalami penderitaan akibat perbuatan Herry tersebut.
Korban belum mendapat perlindungan karena mengalami dampak sangat kompleks sehingga menimbulkan penderitaan ganda baik fisik, psikologis maupun sosial yang akan diratakan panjang bahkan seumur hidup.
"Majelis hakim mempertimbangkan segala aspek bersifat yuridis, psikologis dan sosiologis sehingga keadilan yang dicapai dan diwujudkan dalam putusan hakim adalah keadilan yang berorientasi pada moral justices dan harapan sosial," tuturnya.
Seperti diketahui, Herry dituntut hukuman mati oleh Jaksa. Akan tetapi, dalam vonis, hakim memvonis Herry dengan hukuman penjara seumur hidup.
Hakim menilai perbuatan Herry Wirawan telah terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.
"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap majelis hakim seraya mengetok palu tiga kali ke meja.
Editor: Agus Warsudi