Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RUU Minuman Beralkohol, Pengusaha Hiburan di Bandung Minta Miras Dibatasi Bukan Dilarang
Advertisement . Scroll to see content

Gegara Pandemi Berhenti Beroperasi, Usaha Spa di Bandung Terancam Gulung Tikar

Minggu, 15 November 2020 - 14:25:00 WIB
Gegara Pandemi Berhenti Beroperasi, Usaha Spa di Bandung Terancam Gulung Tikar
(Foto/Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

Jika dilihat dari sektor pajak, ujar Barli, usaha spa menyumbang sekitar 25 persen dari pendapatan. Setiap usaha spa memiliki pendapatan sekitar Rp100 juta per bulan. "Artinyan, satu usaha spa menyumbang PAD (pendapatan asli daerah) Kota Bandung sebesar Rp25 juta per bulan," ujar Barli.

Selain menimbulkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan pekerja, tutur dia, penutupan usaha spa di Kota Bandung juga berdampak terhadap maraknya layanan pijat online.

"Melalui media sosial, pijat online ini sekarang marak di Kota Bandung. Mereka menjadikan hotel, apartemen sebagai tempatnya yang justru tidak terkontrol protokol kesehatannya," tutur dia.

"Ini harus ada respons secepatnya dari Pemkot Bandung. Di Jambi, Palembang, bahkan Bekasi dan Bogor itu spa sudah buka. Kota Bandung belum," kata Barli.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut