Didatangi Kemenag, Al Zaytun Jelaskan Alasan Perempuan di Saf Depan Sholat Id
Yang kedua, lanjut Aan, saat ini Ponpes Al Zaytun masih menerapkan protokol kesehatan Covid-19 atau social distancing yang mewajibkan setiap orang di lingkungan tersebut saling berjaga jarak.
"Saya juga sebenernya kaget mereka menggunakan dasar hukum dari Surat Al Mujadilah ayat 11, tapi mungkin tafsiran beliau seperti itu. Jadi kita tetap menghargai. Karena setiap orang dalam menafsirkan sesuatu pasti berbeda. Mereka juga menyampaikan bahwa Islam tidak melarang ketika sholat berjarak," ujar dia.
Tidak hanya itu, terang Aan, soal pakaian yang dikenakan saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri dengan memakai busana formal kenegaraan mengenakan jas dan dasi, menurut pihak Al Zaytun adalah sebagai bentuk kerapihan.
Sedangkan, adanya dua orang di belakang kanan dan kiri imam pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri, menurut pihak Al Zaytun sebagai antisipasi jika imam itu batal sholat, maka salah satu dari dua orang itu akan maju menggantikan imam.
"Jadi Al Zaytun telah mempersiapkan apabila imam batal atau terjadi sesuatu hal pada imam, maka orang itu akan maju menggantikan imam untuk meneruskan sholat," kata Aan.
Sementara, Aan menyampaikan, adanya orang Nasrani yang masuk dalam syaf pada saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Al Zaytun itu merupakan bentuk menghargai dan menghormati agama lain.
Editor: Asep Supiandi