Cerita Warga Majalengka Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 setelah Keluarga Terkonfirmasi Positif
"Lalu saya bilang, apa fungsinya tracking? Sementara secara de facto di lingkungan keluarga saya sudah ada yang positif. Masihkah menunggu yang terpapar lagi? Saya punya hak sehat, anggaran antisipasi pandemi Covid-19 besar. Bagaimana realisasi dari kebijakan itu," katanya.
Dari sana, akhirnya ada undangan dari BPBD Kabupaten Majalengka untuk dilakukan pemeriksaan swab. Dari hasil swab itu diketahui bahwa yang bersangkutan bersama dua anaknya terkonfirmasi positif. Namun, seluruh anggota keluarganya masuk kategori OTG. "Karena itu, kami isolasi mandiri," ujarnya.
Setelah memutuskan untuk isolasi mandiri, lanjut dia, permasalahan baru kembali datang. Dia mengaku mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama menjalani isolasi mandiri.
"Dari mana kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari? Satu sisi kami harus isolasi, di sisi lain, kebutuhan sehari-hari kami bagaimana," katanya.
"Terbaru kami baca berita bahwa warga yang terkonfirmasi positif dijamin Rp45.000 per hari. Nyatanya, dari tanggal 6 kami isolasi, tidak ada apa pun dari pemerintah, khususnya pemdes," ujarnya.