Bupati Majalengka Curhat Susahnya Tertibkan PKL, Bandel Jualan di Alun-alun
MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi menyayangkan masih banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di sekitar alun-alun. Padahal sudah ada tempat khusus yang disediakan untuk aktivitas mereka, tidak jauh dari alun-alun.
Dijelaskan Karna, larangan tersebut bukan berati pengusiran. Ironisnya, beberapa titik ruang publik kini kondisinya dinilai mulai terlihat tidak karu-karuan.
"Bukan diusir, tapi ditempatkan. Jangan sampai merusak, pedagang masuk ke rumput sintetis. Ada tumpahan kopi. Bagaimana nyaman di sana. Akan jadi bak sampah nanti alun-alun. Belum lagi Bundaran Munjul, sudah nggak karu-karuan," kata Karna.
Dia mengaku beberapa kali kerap mengingatkan PKL untuk tidak berjualan di sekitar alun-alun secara langsung. Namun permintaan itu hanya dilaksanakan sesaat.
"Setiap saya keluar dari Pendopo, saya berhenti dulu. Di dekat kantor (bekas) kejaksaan, kantor pos (keduanya berada di dekat alun-alun) 'mang atuh cobi ka ditu Mang. Dagangnya palih ditu, (Pak coba ke sana, dagang nya sebelah sana). Bupati membelakangi, geser lagi. Sulit," kata dia.