Bisik Sunyi Apun, Kesaksian Perempuan Cantik tentang Sejarah Cianjur Nan Dramatik
Raden Aria Wiratanudatar III termasuk bupati yang berprestasi dalam pandangan Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC. Sebab, ddia selalu berhasil menyetor kopi terbesar ke VOC.
Sementara di Sukabumi, masa pemerintahan Wiratanudatar III justru diwarnai banyak pemberontakan petani, terutama di wilayah Jampang. Pemberontakan terjadi akibat penerapan tanam paksa kapas dan kopi yang sangat merugikan dan membuat petani tersiksa.
Setidaknya ada dua versi yang paling dikenal di balik kematian Raden Aria Wiratanudatar III. Pertama dia meninggal pada 1726 karena ditusuk condre (senjata kuno khas Sunda semacam belati) oleh pemberontak yang merasa menderita karena sistem tanam paksa.
Salah satu pemicunya adalah kasus bayaran kopi kepada VOC yang seharusnya 17,5 gulden, hanya dibayar 12,5 gulden. Sedangkan yang 5 gulden dipakai Raden Aria Wiratanudatar III.
“Aria Wiratanudatar III sejatinya bernama Raden Astramanggala. Dia merupakan putra sulung dari 14 anak Aria Wiratanudatar II, Bupati Cianjur pertama,” ujar Hendi Jo yang bernama asli Hendi Johari ini seperti sempat diungkapkan dalam Majalah Historia edisi 26 November 2019.