Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Jami Mungsolkanas, Jejak Syiar Islam di Kota Bandung 
Advertisement . Scroll to see content

Benda Kuno di Masjid Darussalam Majalengka, Pembohong Duduk di Kursi Ini Akan Ketahuan

Minggu, 18 April 2021 - 04:27:00 WIB
Benda Kuno di Masjid Darussalam Majalengka, Pembohong Duduk di Kursi Ini Akan Ketahuan
Kursi sumpah yang terbungkus kain putih ini dulunya sering digunakan untuk mengadili pelanggar hukum. Barangsiapa berbohong maka akan ketahuan. (Foto: iNews.id/Inin Nastain)
Advertisement . Scroll to see content

“Sekarang udah nggak dipake lagi buat nyidang, dilarang sama pemerintah. Jadi disimpen di gudang, dibungkus sama kain, biar nggak cepet rusak. Benda-benda itu biasa dicuci pada bulan Maulid,” terang dia yang biasa disapa Abah.

Adapun benda-benda kuno lainnya, menurut Abah, sampai saat ini tidak mengetahui secara persis fungsinya untuk apa. 

Sementara itu, berdasarkan buku sejarah Masjid Darussalam, sekitar abad ke-14, Sunan Gunung Djati diperintahkan Sultan Demak untuk menyebar luaskan agama Islam di daerah Jawa bagian barat. Dalam menjalankan tugas dari Sultan Demak itu, Sunan Gunung Djati dibantu oleh sejumlah pembantunya, yang disebut Ki Gedeng.

Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang disinggahi Sunan Gunung Djati dan pembantunya. Di sana, mereka juga coba mendamaikan warga setempat yang sempat bertikai.

Setelah masyarakat setempat bersatu, para pengikut Sunan Gunung Djati membangun masjid, yang sekarang disebut Masjid Darussalam, di Desa Karangsambung. Selanjutnya, ada dua murid Sunan Gunung Djati yang tinggal di Karangsambung, sekaligus mengurus Masjid Darussalam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut