Benda Kuno di Masjid Darussalam Majalengka, Pembohong Duduk di Kursi Ini Akan Ketahuan
“Sekarang udah nggak dipake lagi buat nyidang, dilarang sama pemerintah. Jadi disimpen di gudang, dibungkus sama kain, biar nggak cepet rusak. Benda-benda itu biasa dicuci pada bulan Maulid,” terang dia yang biasa disapa Abah.
Adapun benda-benda kuno lainnya, menurut Abah, sampai saat ini tidak mengetahui secara persis fungsinya untuk apa.
Sementara itu, berdasarkan buku sejarah Masjid Darussalam, sekitar abad ke-14, Sunan Gunung Djati diperintahkan Sultan Demak untuk menyebar luaskan agama Islam di daerah Jawa bagian barat. Dalam menjalankan tugas dari Sultan Demak itu, Sunan Gunung Djati dibantu oleh sejumlah pembantunya, yang disebut Ki Gedeng.
Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang disinggahi Sunan Gunung Djati dan pembantunya. Di sana, mereka juga coba mendamaikan warga setempat yang sempat bertikai.
Setelah masyarakat setempat bersatu, para pengikut Sunan Gunung Djati membangun masjid, yang sekarang disebut Masjid Darussalam, di Desa Karangsambung. Selanjutnya, ada dua murid Sunan Gunung Djati yang tinggal di Karangsambung, sekaligus mengurus Masjid Darussalam.