Bayi di Tasikmalaya Meninggal usai Dibuat Konten Foto Baby Newborn Tanpa Izin, Cek Faktanya
Anak Erlangga pulang tidak diberikan surat keterangan sehat dan berkas kepulangan, dan anak meninggal pun tidak diberikan surat kematian. "Klinik macam apa Al ini? Apakah SOP di Al seperti ini? Mempekerjakan bidan-bidan yang tidak profesional, dipakai percobaan praktik, bad attitude, pelayanan yang sangat buruk," tutur Erlangga.
Karena penasaran, apakah anak masih hidup, Erlangga bawa anaknyya ke Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya, karena badan anak masih hangat dan Erlangga ingin memastikan, karena dari Klinik Al tidak ada kepastian. Sesampainya di rumah sakit Jasa Kartini, anak dibawa ke IGD, lalu ditangani oleh suster dan dokter jaga. Anak Erlangga ditangani dengan sigap dengan baik. Suster di Rumah Sakit Jasa Kartini memompa jantung anak saya, mengecek saturasi oksigen anak dan memberikan oksigen.
"Sebelumnya suster menimbang BB anak saya, dan hasil nya 1,5 kg. Suster dan dokter di sana semua kaget kenapa ini anak dengan BB yang hanya 1,5 kg kok bisa pulang? Kenapa ga di incubator? Minimal inkubator untuk bayi dengan BB 1,5K k adalah selama tujuh hari atau sepuluh hari menurut suster di Rumah Sakit Jasa Kartini," ucap dia.
Mereka menanyakan melahirkan di mana karena kaget kok bayi dengan BB tersebut dibolehkan pulang, Erngga bilang di Klinik Al. Dokter dan suster geleng-geleng kepala sayang menyayangkan kenapa dipulangkan yang harusnya diberikan perawatan intensif dan diberikan banyak ASI ini malah bidang menyarangkan tidak boleh diberikan ASI.
Oleh RS Jasa Kartini diberikan surat kematian. Erlangga pulang dengan hati yang sangat sakit, dengan rasa penyelesan terbesar kenapa harus melahirkan di Klinik Al. Erlangga pulang membawa bayi yang suci tidak berdosa yang disepelekan oleh Klinik Al, menggunakan ambulans.