Aspal Terkelupas usai Diperbaiki, Jalan Desa Cipada KBB Akhirnya Dipertebal lagi
Kondisi ini membuat masyarakat kesal karena kerusakan tersebut disebabkan buruknya pelaksana proyek. Warga menilai ketebalan lapisan aspal hotmix yang dipakai untuk memperbaiki jalan tak lebih dari satu centimeter.
"Kita merasa bersukur dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak sudah berjuang untuk memperbaiki jalan ini," ujar dia.
Ujang melanjutkan, jalan tersebut merupakan merupakan akses utama masyarakat sebagai penggerak ekonomi, pertanian, kesehatan, hingga pendidikan. Jalan ini juga merupakan akses menuju ke Desa Sadamekar. Informasi masyarakat jalan tersebut terakhir diperbaiki tahun 2016.
"Memang jalan ini merupakan akses yang penting bagi masyarakat. Sehingga perlu diperbaiki dengan kualitas maksimal agar bertahan lama. Kita masyarakat merasa tertolong jalan ini jadi berkualitas kuat," kata dia.
Terpisah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang KBB, Aan Sopian mengatakan, pengerjaan proyek jalan di Kiara Lawang merupakan dana aspirasi dewan atau Pokir anggota DPRD dari APBD 2023. Nominal anggaran yang dialokasikan sebesar Rp100 juta dengan kualifikasi panjang jalan 150 meter dan lebar 3 meter.
Saat ini peleksana proyek belum melakukan Provisional Hand Over (PHO) atau Serah Terima Pekerjaan. Sehingga segala bentuk kerusakan masih tanggung jawab pihak ketiga.
"Beda kasus kalau pihak ketiga sudah lakukan PHO. Nanti kita bisa cek ke sana liat kualitasnya. Kalau ternyata tak sesuai standar mutu, maka tak akan kita bayar. Ini kan belum PHO jadi masih tanggung jawab mereka," kata Aan.
Editor: Asep Supiandi