Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Tak Lolos PPDB Jalur Zonasi, Puluhan Orang Tua Unjuk Rasa di SMAN 1 Purwadadi Subang
Advertisement . Scroll to see content

50 Persen Pendaftar PPDB Tak Diterima di Sekolah Negeri Kota Sukabumi, Swasta Jadi Pilihan

Kamis, 13 Juli 2023 - 16:07:00 WIB
50 Persen Pendaftar PPDB Tak Diterima di Sekolah Negeri Kota Sukabumi, Swasta Jadi Pilihan
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Sukabumi, Ceng Mamad yang juga Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Sukabumi, saat beberkan data PPDB tahun 2023 ini. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Sebanyak 4.979 siswa  mendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri Kota Sukabumi. Dari jumlah sebanyak itu, 50 persen pendaftar tak diterima di sekolah negeri.

Secara rinci, jumlah pendaftar SMAN sebanyak 2.327 dan SMKN 2.652 siswa, dan separuhnya harus masuk ke sekolah swasta.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Sukabumi, Ceng Mamad yang juga Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Sukabumi, merinci dari PPDB tahap 1 untuk pendaftar SMA berjumlah 2.327. Sedangkan kuota kursi yang tersedia rata-rata 1.292, yang berarti 1.207 pendaftar yang tidak bisa keterima. 

"Kita punya kuota 1.292 sehingga di tahap pertama itu 50 persen pendaftar itu tidak bisa diterima. Kalau lihat dari sisi jumlah pendaftar, memang di Kota Sukabumi ini dibandingkan kuota di tahap 1 ini, ada 50 persen terpaksa kita tidak bisa diterima," ujar Ceng Mamad kepada iNews.id, Kamis (13/7/2023).

Lebih lanjut Ceng Mamad mengatakan, untuk di PPDB tahap 2, sebanyak 192 siswa diterima di SMA yang di Kota Sukabumi. Artinya jumlah siswa yang diterima di SMAN 1 hingga SMAN 5, total berjumlah 960 siswa yang masuk dalam jalur zonasi.

"Mayoritas yang tidak lolos di tahap 1, mendaftar kembali di tahap 2. Namun, ada juga yang langsung mendaftar di tahap 2 karena merasa rumahnya lebih dekat dan di jalur zonasi. Ada 192 siswa yang diterima di setiap SMA 1,2,3,4,5," ujar Ceng Mamad.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut