Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Anak di Tasikmalaya yang Meninggal akibat Dipaksa Perkosa Kucing Dibawa ke Rumah Aman
Advertisement . Scroll to see content

15 Orang Diperiksa terkait Anak Tasikmalaya Meninggal Diduga akibat Dipaksa Perkosa Kucing

Jumat, 22 Juli 2022 - 11:09:00 WIB
15 Orang Diperiksa terkait Anak Tasikmalaya Meninggal Diduga akibat Dipaksa Perkosa Kucing
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo. (Foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Polisi telah memeriksa 15 orang terkait kasus anak berumur 11 tahun di Singaparan, Kabupaten Tasikmalaya yang meninggal akibat depresi setelah diduga dipaksa memperkosa kucing. Ke-15 orang terdiri atas keluarga korban, terduga pelaku, dan teman-teman korban.

"Kami (polisi) sudah melakukan pemeriksaan kurang lebih sekitar 15 orang untuk dimintai keterangan. Apalagi ini memang kita tahu yang melakukan bullying (perundungan) ini kan anak-anak ya. Jadi memang kami harus hati-hati untuk melihat proporsi untuk menangani permasalahannya," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (22/7/2022).

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan media sosial (medsos), ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, kepolisian, dalam hal ini, Polres Tasikmalaya dan Polda Jabar langsung merespons kasus tersebut dengan menurunkan tim dan meneliti video yang beredar.

"Dari penelitian video di medsos tersebut, polres setempat dan tim Unit PPA Ditreskrimum Polda Jabar turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian bullying. Kan di video tersebut memang bullying yang terjadi," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Sampai saat ini, tutur Kabid Humas, penyidik kepolisian masih melakukan pendalaman. Muncul beberapa opini yang terbentuk bahwa akibat bullying tersebut korban meninggal dunia. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut