10 Peninggalan Kerajaan Cirebon, dari Keraton hingga Kereta Kencana
Setelah menyerahkan kepemimpinan Keraton Kanoman kepada adiknya, Pangeran Adipati Kaprabon mendirikan Keraton Kaprabonan pada 1696 sebagai tempat pendidikan agama Islam. Saat itu gejolak politik pemerintahan Belanda semakin memanas dan perlawanan-perlawanan terhadap kolonial Belanda pun masih terus berjalan. Sehingga, Pangeran Raja Adipati Kaprabon ingin menjauhkan diri dari situasi tersebut dan selalu mengkhususkan diri dalam mengembangkan agama Islam kepada para murid-muridnya.
Pangeran Raja Adipati Kaprabonan diberi gelar Sultan Prabu. Setelah ibunya wafat, Pangeran Raja Adipati Kaprabon diangkat sebagai putera mahkota Kesultanan Kanoman pada 1690. Setelah menjadi putra mahkota, dia bergelar Sultan Pandita Agama Islam yang diserahi Busana Pakaian Perang Kerajaan Wali yang dinamakan busana Kaprabon.
5. Kereta Singa Barong Kasepuhan

Kereta Singa Barong Kasepuhan dibuat pada 1549. Kereta kencana ini merupakan karya Panembahan Losari, cucu Sunan Gunung Jati. Depan kereta Singa Barong berbentuk belalai gajah yang melambangkan persahabatan Kesultanan Cirebon dengan India.
Sedangkan kepala naga melambangkan persahabatan dengan China. Sementara, badan Buroq melambangkan persahabatan dengan Mesir. Senjata Trisula pada belalai gajah mempunyai lambang mengenai ketajaman cipta, rasa, dan karsa manusia.
Kereta Singa Barong biasa digunakan saat kirab 1 Muharam dan pelantikan sultan. Pada 1945, Kereta Singa Barong masuk museum karena usia. Selanjutnya dibuat duplikatnya.