10 Peninggalan Kerajaan Cirebon, dari Keraton hingga Kereta Kencana
Peninggalan-peninggalan bersejarah di Keraton Kanoman erat kaitannya dengan syiar agama Islam yang giat dilakukan Sunan Gunungjati. Kompleks Keraton Kanoman dengan luas sekitar 6 hektare ini berlokasi di belakang Pasar Kanoman. Di keraton ini tinggal sultan ke-12 bernama Raja Muhammad Emiruddin berserta keluarga. Keraton Kanoman merupakan kompleks yang luas, terdiri atas sejumlah bangunan kuno. Salah satunya saung yang bernama Bangsal Witana yang merupakan cikal bakal Keraton Kanoman dengan luas hampir lima kali lapangan sepak bola.
Di keraton ini masih terdapat barang barang, seperti dua kereta bernama Paksi Naga Liman dan Jempana yang masih terawat baik dan tersimpan di museum.
Tidak jauh dari kereta kencana, terdapat bangsal Jinem atau Pendopo untuk menerima tamu, penobatan sultan, dan pemberian restu sebuah acara seperti Maulid Nabi. Di bagian tengah Kraton terdapat kompleks bangunan bernama Siti Hinggil.
3. Keraton Kacirebonan

Keraton Kecirebonan berada di Pulasaren, Jalan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Keraton yang berjarak sekitar 1 km sebelah barat daya Keraton Kasepuhan dan kurang lebih 500 meter sebelah selatan Keraton Kanoman ini, dibangun pada sekitar 1800-an. Keraton yang merupakan bangunan tempat tinggal Sultan Kacirebonan dan keluarganya ini menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti keris, wayang, perlengkapan perang, gamelan, dan lain-lain.
Keraton Kacirebonan posisinya memanjang dari utara ke selata dengan luas tanah sekitar 46.500 meter persegi. Dari segi arsitektur, bangunan Keraton Kacirebonan masuk campuran China, Belanda, dan tradisional.