10 Peninggalan Kerajaan Cirebon, dari Keraton hingga Kereta Kencana
Keraton Kasepuhan merupakan bangunan bersejarah Kesultanan Cirebon yang masih terawat dengan baik sampai saat ini. Bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon tersebut menghadap ke utara dan didekatnya ada Masjid Sang Cipta Rasa yang didirikan oleh Sunan Gunungjati dan para wali, termasuk Sunan Kalijaga.
Keraton Kasepuhan memiliki dua pintu gerbang, pintu utama di utara dan pintu belakang di selatan keraton. Pintu utara sering disebut Kreteg Pangrawit yang berarti jembatan kecil. Sedangkan pintu selatan dinamakan Lawang Sanga yang berarti Pintu Sembilan. Di bagian depan keraton terdapat dua bangunan yaitu Pancaratna dan Pancaniti.
Pancaratna adalah bangunan yang terdapat pada kiri depan kompleks. Bangunan ini berfungsi sebagai seba atau tempat menghadap para pembesar desa yang diterima oleh Demang atau Wedana. Sekelilingnya dipasangi pagar besi.
Sementara, Pancaniti adalah pendopo di sebelah timur yang merupakan tempat para perwira tinggi keraton melakukan pelatihan terhadap para prajurit dan pengadilan. Pendopo yang ditopang 16 tiang itu merupakan bangunan yang tidak mempunyai dinding atau terbuka.
2. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman didirikan oleh Pangeran Mohammad Badridin atau Pangeran Kertawijaya yang bergelar Sultan Anom I pada 1678. Keraton Kanoman ini masih taat memegang adat istiadat dan pepakem. Seperti, tradisi Grebeg Syawal, seminggu setelah Idul Fitri dan berziarah ke makam leluhur, Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.