Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam
Advertisement . Scroll to see content

Upacara Ngaben di Bali, Ritual Kremasi Jenazah Umat Hindu untuk Sucikan Roh

Rabu, 03 Agustus 2022 - 21:43:00 WIB
Upacara Ngaben di Bali, Ritual Kremasi Jenazah Umat Hindu untuk Sucikan Roh
Upacara Ngaben di Bali merupakan ritual pemakaman agama umat Hindu di Bali. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

Rangkaian tulang belulang itu diupacarai kemudian digilas dan dimasukkan ke dalam kelapa gading yang telah dikeluarkan airnya. Sisa tulang lainnya yang bercampur arang kayu yang sulit dikumpulkan, dibungkus dengan kain kafan.

Nganyud

Nganyud memiliki makna sebagai ritual untuk menghanyutkan segala kekotoran yang masih tertinggal dalam roh mendiang dengan simbolisasi berupa menghanyutkan abu jenazah. Upacara ini biasanya dilakukan di laut atau sungai.

Makelud atau Ngaroras 

Makelud biasanya dilaksanakan 12 hari setelah upacara pembakaran jenazah. Dalam bahasa Bali, 12 merupakan roras. Makna upacara makelud atau ngaroras ini melepaskan Ekadasa Indriya (sebelas indria) dan mensucikan kembali lingkungan keluarga akibat kesedihan yang melanda keluarga yang ditinggalkan. 

Setiap hari dilepas 1 indria hingga hari ke-11. Di hari ke-12 dilakukan upacara penyucian. Mengenai Ekadasa Indriya dapat dibaca pada Manawa Dharma Sastra.

Bentuk dari Upacara Ngaben

Ngaben Sawa Wedana

Sawa Wedana merupakan upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh atau tanpa dikubur terlebih dahulu. Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3 -7 hari terhitung dari hari meninggalnya orang tersebut. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut