Upacara Ngaben di Bali, Ritual Kremasi Jenazah Umat Hindu untuk Sucikan Roh
Rangkaian tulang belulang itu diupacarai kemudian digilas dan dimasukkan ke dalam kelapa gading yang telah dikeluarkan airnya. Sisa tulang lainnya yang bercampur arang kayu yang sulit dikumpulkan, dibungkus dengan kain kafan.
Nganyud memiliki makna sebagai ritual untuk menghanyutkan segala kekotoran yang masih tertinggal dalam roh mendiang dengan simbolisasi berupa menghanyutkan abu jenazah. Upacara ini biasanya dilakukan di laut atau sungai.
Makelud biasanya dilaksanakan 12 hari setelah upacara pembakaran jenazah. Dalam bahasa Bali, 12 merupakan roras. Makna upacara makelud atau ngaroras ini melepaskan Ekadasa Indriya (sebelas indria) dan mensucikan kembali lingkungan keluarga akibat kesedihan yang melanda keluarga yang ditinggalkan.
Setiap hari dilepas 1 indria hingga hari ke-11. Di hari ke-12 dilakukan upacara penyucian. Mengenai Ekadasa Indriya dapat dibaca pada Manawa Dharma Sastra.
Sawa Wedana merupakan upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh atau tanpa dikubur terlebih dahulu. Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3 -7 hari terhitung dari hari meninggalnya orang tersebut.