Sejarah Aksara Bali dan Jenisnya Ternyata Berakar dari Aksara di India
2. Aksara Swalalita adalah aksara yang digunakan untuk menulis Bahasa Kawi, Bahasa Bali Tengahan, Bahasa Sansekerta dan digunakan untuk menulis Kidung, Kakawin Parwa dan Sloka.
3. Aksara Modre adalah aksara yang digunakan untuk menulis kadiatmikan (magic), dan menulis japa mantra.
Penggunaan aksara yang digunakan dalam menulis Aksara Bali juga dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Pangangge Suara, Pangangge Ardhasuara dan Pangangge Tengenan.
Pengangge Suara meliputi: Ulu, Ulu Sari, Pepet, Tedung/Tedong, Pepet Matedong, Taleng Tedong, Taleng Marepa, Taleng Marepa Tedong, Suku, Suku Ilut, Ulu Candra, dan Ulu Ricem.
Sedangkan untuk Pengangge Asrdhasuara meliputi: Nania, Guwung, Guwung Mecelek, Gantungan la, dan Suku Kembung.
Pangangge Tenganan meliputi: Cecek, Surang, Bisah dan Adeg-adeg.
Editor: Reza Yunanto