“Congrats untuk tim manajemen IATA, yang sukses mentransformasi IATA bisnis dari sektor transportasi udara menjadi operasi tambang dan energy,” sambung Hary seraya memberikan apresiasi.
Pada laporan semester I-2022, laba IATA meroket ditopang kenaikan harga batu bara. Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara.
“IATA mengumumkan laporan keuangan semester I-2022: rekor pendapatan sebesar 84,5 juta dolar AS dan laba bersih 32,2 juta dolar AS yang ditopang jumlah penjualan dan harga batu bara,” ucap Hary beberapa waktu lalu.
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi 32,19 juta dolar AS pada semester I-2022, atau meningkat 735,49 persen dibandingkan dengan 3,85 juta dolar AS pada semester I 2021. Laba bersih naik 335,55 persen dari 3,63 juta dolar AS pada kuartal II 2021 menjadi 15,80 juta dolar AS pada kuartal II 2022.
Editor: Kastolani Marzuki