Fakta-Fakta Penemuan KRI Nanggala 402, Badan Tekan Terkubur di Kawah Dasar Laut
3. Dibantu Angkatan Laut China
Angkatan Laut China ikut membantu pencarian dan evakuasi KRI Nanggala 402. Sebanyak 13 kali operasi pencarian bawah laut dilakukan untuk mencari kapal selam yang tenggelam di perairan Bali utara.
"Kapal yang ikut serta terdiri dari PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863, serta kapal Penelitian Tan Suo 2 Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok yang membawa alat penyelam surveilance," ujar Atase Pertahanan Kedutaan Besar China di Indonesia, Senior Kolonel Chen Yongjin.

4. Serpihan ringan KRI Nanggala berhasil diangkat
Angkatan Laut China ikut membantu evakuasi serpihan ringan KRI Nanggala 402 dari kedalaman 839 meter di perairan Bali utara. Serpihan-serpihan tersebut ditemukan dan diangkat oleh kapal-kapal AL China menggunakan robotik.
Sebagian besar serpihan adalah komponen kapal, yakni antena ESM, pelindung kabel torpedo, personal life-faft, hidrofon PRS, plat badan luar, C-type wrench, technical hand book dan technical manual.
5. Jenazah 53 awak belum ditemukan
Tim evakuasi belum menemukan jenazah awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali. Diduga jenazah para awak kapal selam itu berada di kawah berdiameter 38 meter dengan kedalaman 10-15 meter yang ada di dasar laut.
"Mungkin posisinya, ada di kawah tersebut yang berdiameter 38 meter, dengan kedalaman kurang lebih 10 sampai 15 meter. Itu pun masih belum bisa masuk ke dalamnya karena memang situasinya sulit untuk bisa ke sana," kata Laksamana Muda Iwan Isnurwanto.

6. Badan Tekan (pressure hold) diduga terkubur di kawah dasar laut
Badan tekan (pressure hold) KRI Nanggala 402 belum ditemukan. Badan tekan tersebut diduga terkubur di kawah dasar laut berdiameter 38 meter dengan kedalaman 10-15 meter yang sulit ditembus.
Panglima Koarmada II Laksamana Iwan Isnurwanto mengatakan, di dalam kawah tersebut bukanlah batu melainkan lumpur sehingga ada kemungkinan badan tekan tertimbun lumpur. "Ini adalah lumpur, ada tonjolan, mungkin mereka tertimbun lumpur," ujarnya.
Editor: Reza Yunanto