7 Pahlawan Nasional dari Bali, Nomor 3 dan 5 Diabadikan Jadi Nama Bandara
Perempuan Pahlawan Nasional asal Bali yang memerintah Kerajaan Klungkung pada 1849. Saat Dewa Agung Istri Kanya memerintah, Belanda melancarkan serangan di bawah pimpinan Jenderal AV Michiels.
Dewa Agung Istri Kanya dijuluki Raja Berkepala Batu oleh Belanda karena sikapnya yang feminis dan tangguh. Dia mampu memimpin pasukannya melawan penjajah. Belanda kewalahan menahan serangan balik Dewa Agung Istri Kanya.
Kerajaan Klungkung aman dan tidak jadi jatuh ke tangan Belanda. Namun, puluhan tahun setelah kepemimpinan Dewa Agung Istri Kanya, Kerajaan Klungkung baru bisa dikuasai Belanda tahun 1908.
Bernama asli Surawiraaji, lahir di Bali pada 1660. Untung Surapati merupakan seorang budak perwira VOC. Saat berusia 20 tahun, Untung menjalin asmara dengan Suzane, putri perwira VOC yang menjadi atasannya. Akibatnya, dia dijebloskan ke dalam penjara.
Untung berhasil meloloskan diri dan berakhir menjadi buronan. Dia bertemu Kapten Ruys, pemimpin benteng Tanjungpura dalam pelariannya. Untung Surapati diberi tawaran pekerjaan untuk menjemput putra Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Purbaya.