Mengharukan, Ini Surat Terakhir Usman-Harun Sebelum Dihukum Gantung di Singapura
JAKARTA, iNews.id - Dua prajurit KKOTNI Angkatan Laut, Serda Usman dan Kopral Harun meregang nyawa di tiang gantung penjara Changi, Singapura pada 17 Oktober 1968. Hari-hari terakhir sebelum dihukum mati, keduanya sempat berkirim surat ke orang tua di Indonesia.
Dalam surat tersebut, keduanya meminta agar keluarga mengikhlaskan kematian mereka.
Berikut petikan surat Serda Usman bin Haji Ali dari Singapura kepada orang tuanya yang dikirim sehari sebelum pelaksanaan hukuman gantung.

In replying to this letter, please write on the ennelope Number Cond, 215/65 Name : Osman bin H. Mhd. All. Changi Prison, 16 Oktober 1968.
Dihaturkan Bunda ni Haji Mochamad Ali
Tawangsari.
Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo’akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.