Honorer Pemkab Bangka Barat Jadi Korban Salah Tangkap, Dituduh Bawa Obat Terlarang
Mendengar pernyataan itu, dia sempat menjawab silakan tembak karena merasa tidak bersalah. Setelah itu, dia dibawa petugas ke pos yang ada di kawasan pelabuhan. Dia dibawa menggunakan sepeda motor miliknya, berboncengan tiga dan Jumatul ada di tengah para petugas.
"Saya kemudian digeledah dan ditanya informasi saya. Mereka masih sibuk nanya BB, saya tidak salah dan saya jawab tidak tahu BB apa yang mereka maksud. Kalau mau daging silakan ambil di dalam tas saya, saya bilang. Sebab, saya memang tidak tahu," ucapnya.
"Mereka bilang dapat informasi, tanya pelat nomor motor saya 6818, betul kata saya dan saya bilang saya sendiri yang bawa motor ini. Saat dicek dan digeledah, mereka tidak menemukan apa-apa juga. Saya perlihatkan KTP dan STNK, semua komplit," kata Jumatul.
Saat itu petugas masih mencecar dia dengan beragam pertanyaan. Akan tetapi, setelah dia menjelaskan identitas dan pekerjaannya, baru para petugas tersebut melandai. Apalagi, Jumatul sempat menjelaskan bahwa dia saat ini bekerja di Inspektorat Bangka Barat.
"Setelah saya katakan saya bekerja di Pemda Bangka Barat, mereka tanya dinas mana, saya bilang Inspektorat, baru mereka bilang ini salah orang, kan saya sudah bilang dari tadi. Baru setelah itu mereka baik, tidak membentak saya lagi," ucapnya.