Kisah Getir 5 Pemilik PO Bus Bangun Usaha dari Nol, Ada Anak Yatim Terpaksa Putus Sekolah demi Bertahan Hidup
Suatu saat, Haryanto memutuskan untuk mendaftar Secata (Sekolah Calon Taruna). Setelah digodok selama lima bulan hingga lulus, dia berhak menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada).
Dalam penugasannya dia ditempatkan sebagai sopir batalyon. Dia kemudian menikah pada 1982, kebutuhan yang meningkat yang membuat Haji Haryanto memutuskan membeli angkot bermodalkan tabungan Rp750 ribu.
Saat itu, dia mengemudikan sendiri setelah pulang dinas. Pada 1987, usahanya semakin berkembang hingga memiliki beberapa unit mobil angkutan kota. Bahkan, saat krisis moneter Haji Haryanto membeli beberapa unit angkot bekas untuk dijadikan tambahan armada.
Namun, Haji Haryanto memutuskan membeli bus setelah menjual sejumlah angkot. Saat itu, PO Haryanto mulai berdiri dengan trayek awal Cikarang-Tangerang menggunakan lima bus.
Karier militer Haji Haryanto berakhir pada 2000. Dia memutuskan pensiun dini dengan pangkat terakhir Kopral Kepala. Keputusan itu diambil karena ingin fokus mengembangkan usaha di bidang transportasi darat.