Kisah Getir 5 Pemilik PO Bus Bangun Usaha dari Nol, Ada Anak Yatim Terpaksa Putus Sekolah demi Bertahan Hidup
“Apa yang saya dapatkan istri saya juga dapatkan, karena saat itu kami mengelola sampai 36 bus Timbul Jaya. Pada saat itu, segala sesuatunya saya yang menentukan, hampir 90 persen apa-apa saya,” kata Pak Roso.
Pada 1983, Pak Roso melihat peluang karena PO Timbul Jaya hanya mengantar penumpang sampai Solo. Padahal, saat itu banyak penumpang dari Jawa Timur, tepatnya ke Blitar.
Akhirnya, Pak Roso mencari cara membeli satu unit yang digunakannya untuk mengantar penumpang yang turun di Solo menuju Blitar. Hingga akhirnya bisnis tersebut berjalan baik dan menambah dua unit pada 1984.
Itu merupakan awal mula Pak Roso bisa memiliki ratusan unit bus Rosalia Indah pada saat ini. Pengalamannya dari bawah tidak mengubahnya menjadi seseorang yang congkak. Dia tetap membumi dan berpenampilan apa adanya.
“Saya tidak ada tampang pamer, saat jadi kondektur ya seperti ini dan sekarang jadi bos ya seperti ini. Penampilan kondektur saja,” ujarnya.