Harga Pelumas Kendaraan di Indonesia Naik, Imbas Geopolitik dan Rupiah Melemah
JAKARTA, iNews.id – Harga pelumas kendaraan di Indonesia mengalami kenaikan seiring tekanan situasi geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini dipicu lonjakan harga minyak dunia yang menjadi bahan baku utama pelumas.
Kenaikan harga minyak terjadi akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut mengganggu jalur distribusi strategis, termasuk Selat Hormuz, sehingga pasokan minyak mentah global tersendat.
Akibatnya, harga minyak mentah dunia melonjak signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Minyak jenis Brent bahkan sempat menembus level di atas 100 dolar AS hingga mendekati 118 dolar AS per barel.
Bank Dunia turut memberikan peringatan bahwa harga energi global berpotensi naik hingga 24 persen sepanjang 2026 akibat konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah. Situasi ini semakin memperbesar tekanan terhadap berbagai sektor industri, termasuk pelumas.
Kenaikan harga minyak mentah berdampak langsung pada industri pelumas karena sekitar 70–80 persen komponennya berasal dari base oil yang diolah dari minyak bumi. Ketika harga minyak meningkat, biaya produksi pelumas otomatis ikut terdongkrak.