Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Andri Mulyono Mark Up Pengadaan Motor Listrik BGN, Begini Modusnya
Advertisement . Scroll to see content

Sudah Dapat Subsidi tapi Penjualan Motor Listrik Masih Melempem, Ini Masalahnya

Jumat, 11 Oktober 2024 - 07:51:00 WIB
Sudah Dapat Subsidi tapi Penjualan Motor Listrik Masih Melempem, Ini Masalahnya
Meski tren penjualan sepeda motor listrik pada 2022 ke 2023 meningkat lebih dari tiga lipat, tapi penetrasinya ketinggalan dibandingkan mobil listrik. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Tingkat adopsi kendaraan listrik yang rendah disebabkan fakta produk kendaraan listrik saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pengendara Indonesia.

“Melihat perkembangan motor listrik saat ini, kayaknya belum ada produk yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Kebanyakan masyarakat tahunya motor listrik itu enggak bisa dipakai jauh, tarikan gasnya kurang optimal, atau bingung nge-charge-nya di mana. Jadi hal-hal basic seperti ini yang membuat tingkat adopsi motor listrik rendah,” ujar Raditya Wibowo, CEO perusahaan sepeda motor listrik di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum AISI Johannes Loman mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi pasar motor listrik. Salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan beralih adalah waktu cas motor listrik yang cukup lama.

"Di dalam industrinya penerimaan konsumen ternyata tak secepat roda empat. Satu keterbatasan jarak, waktu charging lama. Padahal, pengendara motor butuh kecepatan dan range yang jauh," kata Loman di Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2024).

Selain itu, kata Loman, harga motor listrik cukup tinggi. Terlebih, masyarakat Indonesia masih memikirkan harga jual kembali ketika memutuskan membeli suatu kendaraan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut