Skema Berbeda, Nasib Subsidi Motor Listrik Terombang-ambing
Dengan subsidi Rp7 juta yang selama ini digadang-gadang, dealer malah harus menanggung biaya di awal. Proses klaim subsidi dari pemerintah tidak langsung diterima produsen, menimbulkan beban keuangan. Hal ini membuat rantai distribusi dan penjualan jadi macet.
"Saya tidak tahu, harus ditanya dulu. Saya sedang menyiapkan laporan untuk Perpres (Peraturan Presiden) 79," ucap Rachmat.
Padahal, subsidi motor listrik sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Harga motor listrik jadi lebih murah, dan minat pasar meningkat pesat ketika program insentif berjalan.
Inilah yang terjadi pada 2024, ketika kuota 50.000 unit langsung ludes, bahkan penjualan tembus hingga 60.000 unit. Berbeda dengan awal 2025, pasar motor listrik tanpa subsidi benar-benar lesu.
Pada kuartal pertama, hanya sekitar 2.000 unit yang berhasil terjual. Ini menandakan bahwa masyarakat masih sangat tergantung pada insentif pemerintah untuk beralih ke motor listrik.