Penjualan Motor di Indonesia 2025 Tembus 6,4 Juta Unit, Listrik Tak Sampai 1 Persen
Sigit menambahkan, peran industri pembiayaan juga sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasar. Kondisi pendanaan yang relatif kuat dan sehat memberi kemudahan bagi konsumen untuk membeli sepeda motor. Sekitar 65 persen pembelian dilakukan secara kredit, sehingga industri pembiayaan menjadi support system penting dalam menopang pertumbuhan permintaan.
“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” kata Sigit.
Secara wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu menutup penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditas dari daerah luar pulau yang positif menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Jawa, di mana beberapa sektor industri mengalami kesulitan hingga harus merumahkan karyawan.
Untuk menjaga gairah pasar, pelaku industri juga aktif meluncurkan produk-produk terbaru. Selain itu, AISI kembali menggelar pameran tahunan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) yang berlangsung di ICE BSD pada 24–28 September 2025. Pameran ini mencatatkan peningkatan jumlah pengunjung dan transaksi.
Sebanyak 103.789 pengunjung tercatat hadir, dengan penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor dan nilai transaksi mencapai Rp70 miliar. Tak hanya pasar domestik, kinerja ekspor industri sepeda motor nasional juga menunjukkan tren positif.