Produksi Jutaan Kendaraan di Indonesia hingga Diekspor ke 74 Negara, Ini Harapan Bos Suzuki
Suzuki juga terus memperkuat transfer teknologi kepada mitra lokal guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri dalam negeri, sejalan dengan standar global Suzuki. Bisnis ekspor Suzuki Indonesia sendiri telah dimulai sejak 1993 untuk mobil dan 1994 untuk sepeda motor.
Hingga kini, perusahaan telah mengekspor lebih dari 800 ribu unit mobil dan 1,3 juta unit sepeda motor ke berbagai negara seperti Jepang, Amerika Latin, Timur Tengah, Eropa, hingga Oseania. Pada tahun fiskal 2024, nilai ekspor ditargetkan mencapai Rp1,2 triliun, dengan rencana peluncuran ekspor perdana untuk model Suzuki Fronx pada 2025.
Melalui langkah ini, Suzuki Indonesia mengukuhkan slogan "Buatan Indonesia, Mendunia", membuktikan bahwa hasil industri otomotif dalam negeri mampu bersaing di pasar global sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Tantangan Kendaraan Komersial
Di sisi lain, Industri otomotif Indonesia saat ini menghadapi tekanan sepanjang 2024. Berdasarkan data yang ditampilkan Suzuki Indonesia, pasar mobil nasional mengalami penurunan signifikan sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2022. Bahkan, segmen komersial seperti low pick-up tertekan lebih dalam dengan penurunan hingga 36 persen.
Penurunan ini tercermin dari data produksi dan wholesales kendaraan yang terus merosot sejak 2022. Khusus untuk segmen low pick-up, jumlah wholesales turun dari 160.171 unit pada 2022 menjadi hanya 101.327 unit di 2024. Angka produksi pun ikut melemah dari 149.726 unit menjadi 101.572 unit pada periode yang sama.