Panik Diserbu Mobil Listrik Murah China? Senator AS Desak Larangan Total
JAKARTA, iNews.id – Kekhawatiran terhadap dominasi mobil listrik China di pasar global mulai memicu reaksi keras dari Amerika Serikat (AS). Senator Partai Republik, Bernie Moreno, mendorong larangan total terhadap produk otomotif China dengan alasan keamanan hingga ancaman terhadap industri dalam negeri.
Langkah ini dinilai bukan sekadar isu keamanan, tetapi juga bentuk kekhawatiran terhadap daya saing. Sebab, mobil listrik asal China kini berkembang pesat dengan harga jauh lebih kompetitif dibanding produk Barat.
Dalam pernyataannya menjelang New York International Auto Show, Moreno menegaskan dirinya ingin menutup seluruh akses bagi perusahaan China, mulai dari impor kendaraan hingga kerja sama teknologi.
“Kami tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini. Kami akan mencegah kanker masuk ke pasar kami,” kata Moreno.
Ancaman Nyata EV Murah China
Dominasi China di sektor kendaraan listrik bukan isapan jempol. Merek seperti BYD bahkan telah menguasai pangsa pasar signifikan di Eropa, dengan kontribusi sekitar satu dari 10 penjualan mobil baru.
Selain itu, perusahaan teknologi seperti Xiaomi juga mulai masuk ke industri otomotif dengan inovasi agresif. Kombinasi harga murah, teknologi canggih, dan produksi massal membuat mereka sulit disaingi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di AS pasar domestik bisa “diserbu” produk impor jika tidak ada pembatasan ketat.