Panik Diserbu Mobil Listrik Murah China? Senator AS Desak Larangan Total
Pemerintahan Joe Biden sebelumnya telah lebih dulu membatasi kendaraan China dengan alasan potensi pengumpulan data sensitif pengguna.
Namun, Moreno melangkah lebih jauh. Dia ingin melarang segala bentuk keterlibatan China, termasuk perangkat lunak dan kemitraan, yang dianggap bisa menjadi celah masuk.
Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini sarat unsur proteksionisme. Larangan tersebut secara tidak langsung melindungi produsen mobil lokal dari tekanan harga dan inovasi dari China.
Proteksi atau Ketakutan Bersaing?
Di sisi lain, pendekatan ini memicu kritik dari China yang menilai AS tidak siap menghadapi persaingan terbuka. Mereka menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya menciptakan hambatan perdagangan yang tidak adil.
Menariknya, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap berbeda. Dia membuka peluang bagi produsen China untuk masuk, asalkan membangun pabrik di AS dan menyerap tenaga kerja lokal.
Perbedaan sikap ini memperlihatkan adanya tarik-menarik kepentingan antara keamanan, ekonomi, dan politik. Di tengah pesatnya perkembangan mobil listrik global, langkah AS ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini strategi perlindungan, atau sinyal ketakutan menghadapi dominasi China?
Ketegangan ini pun berpotensi memperbesar rivalitas global di industri otomotif, terutama dalam perebutan pasar kendaraan listrik masa depan.
Editor: Dani M Dahwilani