Mobil Hybrid Lebih Hemat BBM hingga 50 Persen, Kapan Dapat Insentif?
"Hal yang menarik sebenarnya kita masih banyak sekali ruang bahwa PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) itu bisa mengurangi konsumsi bahan bakar 70 persen, hybrid sampai 49 persen dibandingkan ICE. Kalau kendaraan ICE, bisa kita migrasikan ke hybrid ini 50 persen bahan bakar kita bisa hemat, dan 50 persen emisi bisa kita kendalikan," ujarnya.
Sebagai informasi, penjualan mobil hybrid pada semester satu tahun ini mengalami peningkatan. Dari 408.012 unit mobil baru yang terjual, sebesar 24.775 unit atau 6 persennya adalah mobil hybrid.
Putu mengungkapkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan sudah mendapat perlakukan istimewa dari pemerintah. Ini juga berlaku bagi mobil hybrid mengingat perannya dalam mengurangi emisi dan ketertarikan masyarakat terhadap jenis kendaraan tersebut.
"Upaya ini sudah banyak kita lakukan, elektrifikasi sebelumnya kita memperkenalkan yang namanya KBH2 pada 2012 kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (LCGC), itu bisa mengisi pasar 24 persen itu prestasinya," kata Putu.
"Kita mau mendorong ke arah yang lebih akrab lingkungan dan juga meningkatkan bagaimana menanggulangi pasar yang stagnan. Jawabannya, bagaimana kalau kita kelompokkan low carbon emission vehicles, ada hybrid, plug in hybrid, BEV. Ini yang perlu dilakukan," katanya.
Namun faktanya sampai saat ini pemerintah belum memutuskan insentif untuk mobil hybrid. Mereka masih menggodok berapa besaran insentif yang diberikan.
Editor: Dani M Dahwilani